AS Larang Warganya Pergi ke Israel, Yerusalem dan Tepi Barat

Washington – Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat mengeluarkan peringatan perjalanan ke Israel. Seluruh diplomat dan warga negara AS diserukan untuk menunda perjalanan ke Israel, Yerusalem dan Tepi Barat hingga 20 Desember mendatang.

Peringatan perjalanan (travel warning) ini dikeluarkan karena kekhawatiran akan aksi-aksi demo terkait keputusan Presiden AS Donald Trump mengenai Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan rencana pemindahan kedutaan AS ke kota suci itu.

Dalam pesannya seperti dilansir Press TV, Kamis (7/12/2017), Deplu AS menyatakan bahwa semua pegawai pemerintah AS dan keluarga mereka tidak diizinkan pergi ke Yerusalem atau Tepi Barat hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Sebelumnya pada 11 April lalu, Deplu AS juga mengeluarkan travel warning ke Israel, yang mengingatkan bahwa “kemungkinan kekerasan acak tetap ada dan bisa terjadi tanpa peringatan.”

Dalam pidatonya pada Rabu (6/12) waktu setempat, Presiden Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pengumuman itu disampaikan meski para pemimpin dunia sebelumnya telah mengingatkan, bahwa langkah tersebut akan memicu gelombang kekerasan baru di kawasan Timur Tengah.

Dalam pidatonya di Gedung Putih tersebut, Trump menyatakan bahwa pemerintahnya juga akan memulai proses pemindahan Kedutaan AS di Tel Aviv ke Yerusalem. Proses pemindahan tersebut diperkirakan akan berlangsung beberapa tahun.

“Saya telah memutuskan bahwa inilah waktunya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” ujar Trump dalam pidatonya seraya mengatakan bahwa dengan langkah ini, dirinya menepati salah satu janjinya saat kampanye kepresidenan.

(ita/ita)

AS Larang Warganya Pergi ke
AS Larang Warganya Pergi ke
AS Larang Warganya Pergi ke
AS Larang Warganya Pergi ke
sumber: news.detik.com

Tinggalkan Balasan